9 Nyawa

 

 jarum kecil pada sebuah arloji kuno

tetap berputar lembut dengan suara lembutnya

seperti tiupan napasku pada cermin di pagi buta

pagi ini ku terbangun dengan keadaan dipenuhi cinta sekujur tubuh

senandung asmaraloka tak berhenti berkidung

ini sudah nyawa ke empat 

dan perasaan mencintainya masih penuh euforia

tentangnya masih menjadi topik cerita di setiap lintas waktu

hingga nyawa ke sembilan pun rasanya masih sama, masih penuh endorfin di tubuh ini

tak pernah ada kata tamat untuknya

mau ku minta pada Tuhan 

tambahkan sembilan nyawa lagi untuk hidup bersama dia 

hidup di dunia yang kejam tak pernah sepahit itu

asal ada dia dan tubuh tegap kokohnya untuk menahan runtuhnya dunia 

 

Komentar