jarum kecil pada sebuah arloji kuno
tetap berputar lembut dengan suara lembutnya
seperti tiupan napasku pada cermin di pagi buta
pagi ini ku terbangun dengan keadaan dipenuhi cinta sekujur tubuh
senandung asmaraloka tak berhenti berkidung
ini sudah nyawa ke empat
dan perasaan mencintainya masih penuh euforia
tentangnya masih menjadi topik cerita di setiap lintas waktu
hingga nyawa ke sembilan pun rasanya masih sama, masih penuh endorfin di tubuh ini
tak pernah ada kata tamat untuknya
mau ku minta pada Tuhan
tambahkan sembilan nyawa lagi untuk hidup bersama dia
hidup di dunia yang kejam tak pernah sepahit itu
asal ada dia dan tubuh tegap kokohnya untuk menahan runtuhnya dunia

Komentar
Posting Komentar