Malam Panas


aku ingin menari liar di bibir merahnya

mabuk hingga pagi ketemu malam lagi

kedahsyatan laut mengirim ombak-ombak menambah gairah

seperti mengalunkan lagu malam pertama

memanjati tiap inchi tubuhnya yang panjang

merasakan gesekan yang teratur

kesunyian yang sempurna untuk mencumbui tengkuk dan daun telinganya

aku bertanya pada kelopak matanya

haruskah kita berhenti dulu

mengisi tenaga dengan vodka

memulai lagi setelah keringat sebelumnya tersapu angin

dia menjawab tidak, kita tuntaskan

aku ingin merasakan semua yang tersaji dihadapanku

menggigit dan menelannya dalam-dalam

sampai lelah dan ngilu

cermin dan dinding putih gading memandang beku

kita mengatu dan bergulat

menarik selimut dan saling menjambak

ini akan jadi malam yang panjang

malam panjang yang merah

senyum kita semakin lebar

bersama jeritan dan desahan saat lenganku melingkar di lehermu

ciuman demi ciuman basah mendarat di tubuh mungil

ini terlalu panas, napas kita seperti diburu ribuan kijang

naik turun seperti roda kehidupan orang bilang

tapi tidak ada rem, kau membawaku begitu kencang 

aku berbegang erat, aku tahu kita tidak akan jatuh karena ku menumpu padamu

jangan usai malam ini, kita lanjut sampai pagi

sampai lutut kita kering


Komentar