Bergidik melihat siaran di layar gawai
Kekerasaan yang dialami oleh para istri
Dari sosok yang mereka hormati
Tempat berlindung dari nestapa duniawi
Tangannya yang dicium setiap hari
Tapi malah memar di sekujur tubuh yang mereka temui
Menahan sakit setiap hari
dibanting, dicekik, dihajar berkali-kali
melewati dera dan siksa seorang diti
tapi sabar selalu jadi tempat sembunyi
dunianya runtuh, jiwanya koyak, harapannya dikecewai
lelaki yang dibanggakan dengan janji suci
ingkar hilang di bawah tangan sendiri
kenapa begitu mudah tanganmu melayang di wajah cantiknya
bahkan tanganmu lebih kuat dari bata
bukankah setiap waktu kau sejahtera karena doanya
mengapa begitu tega merusak bahagianya
dia adalah bunga yang tak kau kehendaki adanya
dia juga permata ayahnya yang berharga

Komentar
Posting Komentar