Masih terbayang pertemuan terakhir kita
bagaimana kau jalan melewati tumpukan botol minuman kemasan
Ku lihat mereka sampai kehausan
Permen karet yang melengkat di sepatu merahmu gemetar mendengar langkahmu
Masih terkenang pertemuan terakhir kita
bagaimana senyummu membuat perutku keroncongan
Senyummu bagai pepaya mengkal begitu segar dan mengilat
Meski bergetah namun nikmat direbus disantap bersama nasi panas dan sambal terasi

Komentar
Posting Komentar