Maaf, rindu yang ku koar-koarkan untukmu hanyalah rindu semu
rindu yang ku tulis lewat puisi-puisiku itu untuknya,bukan untukmu
aku mengagumi dia bukan kau
dia lebih menggoda
dia memuaskanku siang malam
ku balas dengan ciuman-ciuman panjang seperti antrian minyak goreng
aku terkulai lemah tiap kali bersamanya
entah mengapa setiap gajian dia itu lebih seksi serasa ingin menelanjanginya
tanggal tua rindu itu semakin jelas,tanpanya seperti tak ada gairah hidup

Komentar
Posting Komentar