Aku belum siap dicabik-cabik sepi
meski debur ombak di pantai dan siulan burung di pohon mahoni selalu berisik
rasanya laut dan batas cakrawala terlalu sempit untuk aku yang sendiri
tak sanggup lagi ku kirimkan senyuman pada pagi dan malam
matahari tak lagi kuning dan jingga tapi abu-abu
aku memutuskan untuk tak banyak bicara cerita kemarin yang pernah,aku sudahi
aku mau meraung-raung saja dengan aksara
bergunjing lewat puisi-puisi

Komentar
Posting Komentar