memandang wajah petang
begitu jingga dan merah
di lorong rumah lampu jalan telah menyala
cahayanya suram
tapi cahaya langit begitu terang
aku bermandikan cahaya langit
aku berdiri menatap langit
terdiam pikiranku seperti keyboard
huruf-hurufnya berhamburan tak tentu arah
nyamuk mendarat di tangan bekas genggamanmu
ku biarkan dia merasakan kenikmatan
kulitku memerah seperti rona pipiku yang malu
hinggq lapisan epidermisnya bergetar
aku tak masalah ini hanya nyamuk
hanya takut digigit masa lalu

Komentar
Posting Komentar