Ventrikulus


di atas bangku taman itu

daun luruh dijatuhkan oleh angin yang bisu

aku dengan ribuan tunggu duduk di sini

sabarku telah lapuk dihujani tanya kapan dan mengapa

jawabannya hanya kau yang tahu

sepertinya semesta sedang menguji kesakitanku 

aku bisa saja pergi dan tak perlu jawaban dari pertanyaanku

tapi aku sudah bertekad untuk tetap menunggu

menimbun waktu seperti biasanya

mungkin ini terlihat tak masuk akal

bahkan ventrikulus burung pipit pun tak mampu mencerna keputusan bodoh ini

sekali lagi aku sudah bertekad


Komentar