ketika semestamu bukan lagi aku
kemarau seperti menimpaku
kerontang ku rasa
setiap menitku habis dengan gersang
yang ku lihat seperti fatamorgana
bagaimana bisa rasamu raib sekejap mata
aku tidak bisa berhenti
aku ingin terus mandi di kolam kenangan yang kita buat
katamu kita seperti xilem dan floem pada tumbuhan
kita tak terpisahkan
kita bersinergi membangun istana asmaraloka
nyatanya kita pohon mangga dan benalu
aku pohon mangga yang diisap sari-sari makanannya olehmu,benalu

Komentar
Posting Komentar