Ketika Tuhan Tak Mendengar Makianku

 

Angin yang berhembus selalu punya cara membangkitkan kenangan yang belum terkubur

Tidak ada kata yang keluar dari dua mulut. Cuma tarikan napas pelan.

Aku mendengar bagaimana suara napasmu masuk ke telingaku

Begitu hangat tapi tidak dengan suasana kita berhadapan saat ini

Berkali-kali ingin ku lengkungkan bibirku, tapi begitu kaku

Seharusnya dua bola mata kita tak lagi bertatap

Tuhan selalu punya rencana mengoyakan hati dua insan yang tidak selesai dengan masa lalunya

Mungkin seharusnya ku sapa atau menyebut namamu?

Tapi diamku mengambilalih

Ku tahu perjumpaan yang tak pernah kita nantikan ini akan membawa luka baru

Aku dengan lukaku, kau dengan lukamu

Kita membawanya setiap hari, aku berharap lukamu tidak pernah sembuh 

Banyak kutukan ku langitkan setiap malam

Tak ku biarkan perasaanku yang hancur ini dibalas dengan kebahagianmu

Setiap udara yang kau hirup adalah gas beracun, harapku setiap hari

Nampaknya Tuhan tidak menjawab doaku

Tuhan menghancurkan hatiku lagi

Katanya setiap pertemuan dan perpisahan ada hikmahnya

Aku selalu menyesali pertemuan dengan dirimu

Bahkan hari ini di saat langit biru tersenyum pada makhluk bumi

Takdir sial mempertemukan kita lagi

Cuma satu Tuhan, apa maksud pertemuan ini? 

Bukankah kau lebih tahu bagaimana terlukanya diri ini

Kenapa tak kau selamatkan aku hari ini?

Duri dalam dagingku serasa menajam 

Tolong buat dia mati di hadapanku saat ini Tuhan 

  

Komentar