Di dalam kepalaku kerusuhan tidak pernah berhenti
bentrok dan perang membuat jiwa ini roboh dan kerontang
tapi untung ada matamu
mata molek itu berbinar bagai mutiara di kerang perairan Maluku
membuat betah bahkan ingin berlama-lama menatapnya hingga pagi
berbaring dan mandi di matamu
sebuah kemegahan yang hanya dimiliki orang paling beruntung
matamu adalah tempat paling segar
tidak bisa disamakan dengan buah nanas apalagi kiwi
air pegunungan alpen pun tak bisa menyerupai
gerahku di dunia musnah mendadak
karena keajaiban kolam-kolam matamu yang teduh itu
tak pernah diri ini kosong meski cahaya malam tak masuk ke sudut kamar
cukup dua bola matamu yang berbinar terang
dan satu lengkungan senyum dari bibir merah jambu

Komentar
Posting Komentar