Langit berona keemasan itu
memeluk jiwaku yang koyak
angin berbisik merdu di antara jendela kamar
bisa ku rasakan bagaimana jingga keemasan itu merayu hatiku
tetes berkilau di mataku membasuh tulang pipi
kemudian malam menyentuh bumi dengan lembut
bintang-bintang seketika berkumpul mendengarkan kesakitan gadis ini
pada bulan dan bintang malam, ku ceritakan kisah silam yang kelam dan berat
Di atas langit gelap dan sunyi itu
ku adukan semua kejahatannya
aku tidak berencana menyisakan rasa bahagia untuknya
aku tetap pada tempatku membenci dan berdoa
untuk segala musibah menghampirinya
selama pulangnya bukan aku
tempat bernaungnya tidak akan pernah damai
untuk semua yang selesai dengan mengisahkan aku yang tersakiti

Komentar
Posting Komentar