Jika Rindu Soal Ibu


Rindu itu masih ada
bahkan terdengar sangat nyaring dan bising
sepasang kaki yang kuat tidak selamanya bisa menahan beban rindu ini
luka paling dalam adalah ingin bertemu orang yang sudah di panggil Tuhan
rindu yang hanya bisa dituntaskan dengan doa dan air mata
sesak ini tidak pernah selesai
tiap kali dunia runtuh di kepalaku
pelukan dan sentuhan ibulah penguatnya
tapi dia...dia pergi
pergi jauh
raganya hanyut dalam tanah coklat
senyumnya cuma terkenang dalam bingkai foto
hangat tubuhnya cuma bisa ku ingat-ingat
aku yang sendirian menanggung jahatnya manusia
takut..sangat takut
sangat hampa di sini
tatkala rindu itu datang tengah malam
dingin mengepungku dalam ruang kamar gelap
selimut tebal aroma minyak kayu putih
tak menghangatkan tubuhku
aku harus apa jika tubuhku ingin memeluk ibu
berteriak tidak bisa
kepalaku semakin nyeri
ingin sekali dia hadir dalam mimpiku
ingin sekali di mimpi itu ibu memasakanku sayur pakis
tapi aku berakhr menangis
menangis karena itu adalah permintaan tragis
hatiku semakin teriris
apakah terlalu berlebihan meminta Tuhan mengembalikan ibu?
membawanya ke dunia sebagai orang yang baru
dengan wajah yang ayu
tanpa goresan keriput seperti bunga layu
ku ingin ibu jadi ratu
bahagia selalu tanpa beban di bahu
bahagia yang tidak didapatkan di kehidupan dahulu





Komentar