Punggung Kekasih


kalimatnya tumpah berhamburan di tanah

rebah bagai pohon tumbang

sekawan duka menyergap di malam pekat nan dingin

bibir merah muda itu mencoba mengunyah berita pelan-pelan

tatapan terkunci,napas memburu

tidak ada yang lebih dalam dari tatapan dua anak muda 

yang mengakhiri perjalanan asmara

berharap ada tumpahan air mata tapi waktu membeku

wanita yang bersolek itu hanya terdiam 

tidak reaksi dramatis yang dibuat-buat

dia tenang tak mengamuk 

apalagi melontarkan sumpah serapa

di tempatnya berdiri

mungkin menunggu pujaan hatinya meralat kalimatnya

tidak...tidak kekasihnya membuang muka

membalikkan badan meninggalkan hati yang pecah lebur

usai yang tidak pernah ia diharap

punggung sang kekasih begitu kokoh seperti tekadnya menyudahi kisah cinta-cintaan masa muda yang manis

malam itu begitu kosong

hingga satu kalimat permohonan tak terucap

air mata akhirnya pecah juga

sekeping ingatan jatuh tentang perjalanan cinta yang manis

tentang janji bahagia hingga rambut memutih

tapi perpisahan datang menjemput lebih cepat saat rambut masih hitam

perpisahan adalah persoalan besar 



Komentar