Photography Story - Why I Love Photography

   Mau cerita sedikit soal awal mula aku tertarik photography. Aku mulai tertarik ama dunia cekrek-cekrek itu July 2017. Aku belajar itu via youtube gak tau channelnya siapa, aku lupa karena videonya itu random muncul di berandaku. Setelah itu, aku mulai search di youtube"photography for beginner". Aku suka nonton channel youtubenya Peter McKinnon kalo youtuber Indonesia itu ada Glenn Prasetya, Irfanz Tech, dan Darwis Triadi. Aku belajar semuanya dari youtube mulai dari segitiga exposure, komposisi, pengambilan angle, dll. Aku belajar photography bukan untuk menjadi photographer profesional, tapi karena pertama tanpa kita sadari di era digital saat ini yang serba promosi kita butuh skill photography apalagi di dunia bisnis. Gak mesti handal-handal amat tapi taulah dasar-dasar photography dan editing, kedua aku mau mengembangkan skill ku. Usia bertambah tentunya ilmu kita juga harus bertambah. Kita mengikuti perkembangan jaman tentu banyak ilmu baru pula yang berkembang. Terakhir, aku melihat dunia photography semakin menarik. Apalagi sejak muncul istilah “endorse” di Indonesia. Kita melihat artis-artis yang di endorse barang-barang terus mereka promosiin barang tersebut di sosmed mereka dengan foto yang bagus.  Dulu ku pikir untuk menghasilkan foto yang bagus motretnya harus pakai kamera DSLR atau mirrorless, tapi ternyata dengan menggunakan smartphone pun kita bisa menghasilkan foto yang bagus dan estetik. Foto-foto yang ku potret juga rata-rata pakai pakai smartphone, oppoA37F. semua hasil fotoku ada di instagramku. Kalian lihat ajah di @missnnely.

                Foto yang bagus rasanya kurang lengkap tanpa sentuhan “editing”. Aku juga belajar editing via youtube. Aku ngedit foto pake aplikasi VSCO dan Lightroom.  Kalo ditanya enakan ngedit foto pake VSCO ato Lightroom, aku pilih VSCO karena untuk pemula VSCO itu gak ribet. Kalo Lightroom menurutku aplikasinya terlalu berat tapi ngedit foto disitu juga bagus, rata-rata photographer handal ngedit foto pake Lightroom. Selain dua aplikasi itu ada banyak kok aplikasi editing foto di playstore yang bisa dipakai. Awal mulai belajar ngedit itu bingung temanya harus bagaimana,tonenya harus apa. Sekali lagi istrilah “practice makes better” itu benar-benar works di aku. Aku nontonin semua channel youtube yang berbau editing foto pakai VSCO dan Lightroom. Semua editing recipe aku praktekin. Harapanku foto yang ku edit itu benar-benar mirip dengan foto yang di recipe itu, tapi kenyataannya tidak mirip karena kualitas dan pencahayaan foto yang berbeda. Jadi editing foto itu soal rasa dan rasa kita dengan orang lain berbeda. Contoh di tutorial VSCOnya dikasi filter G8, dengan exposure -6, contrast +2, sharpen +4, temperature -2, saturation -0.5 terus kita ikutin semua resepnya tapi malah hasilnya gak bagus, seperti yang kubilang diatas bahwa kualitas foto itu beda-beda jadi boleh ajah pake filter G8 tadi tapi exposure, contrastnya, dan lain-lainya harus kita sesuaikan dengan kebutuhan foto kita.  Berlatih ajah terus dan kita akan menemukan rasa itu, itu sih yang aku pelajari dari editing foto. Nanti aku share yaa cara aku motret dan cara aku ngedit foto ala aku. Nah karena aku bahas soal awal mula belajar photography, aku mau nunjukkin hasil fotoku. Aku masih amtir banget, jadi silahkan dikomentari ya. Aku share pengalamanku bukan mau pamer ato merasa paling hebat, tapi karena aku ingin memperdalam lagi skill ku dengan komentar-komentar dari kalian.


Ini hasil belajar memotretku, Ini adalah laptopku, awal belajar aku mulai suka hal yang berbau minimalist, yang black dan white gitu. Masih ada banyak kekurangan sih, tapi namanya juga belajar yaa gak mungkin langsung perfect.

Nah kalo ini foto selfieku, aku mulai belajar foto portrait. Waktu itu masih belum pede mo foto orang, ya udah foto selfie ajah dulu. Dengan sentuhan aplikasi VSCO, fotonya jadi kek cover majalah Vogue gitu wkwkwk

Ini foto yang ku ambil tahun 2018 waktu itu lagi pulang kampung, dan tiba-tiba lihat ibu-ibu lewat pake sarung gitu, karena gayanya uni dan kebetulan langit lagi cerah yaa udah aku foto dari belakang.

Aku sangat  tertarik motret flatlay kek gini karena rapi dan kesannya manis ajah gitu

Dan yang paling ku suka adalah motret pemandangan apalagi senja, senja itu damagenya parah banget sih. Aku selalu amaze sama sunset dan sunrise



Komentar