Nely dan Tikus-Tikus Kecil (part 2)

#fiksinely

Seperti perkataan si bayangan. Tikus-tikus kecil kembali menemui Nely di malam harinya. Nely telah terjaga menantikan kehadiran para tikus kecil itu. Dia benar-benar penasaran sekali dengan tugas yang diberikan itu.

“Kenapa sih kalian lama banget munculnya”

“Tadi macet soalnya” jawab salah satu tikus kecil.

“Dunia sihir memang aneh, sampe ada jalan macet segala. Padahalkan tinggal cling muncul ajah” bisik Nely pada dirinya sendiri

“Perkenalkan aku Tiki, aku kepala geng tikus disini. Kami semua ini adalah penyihir juga hanya dalam bentuk tikus” Ucap Tiki  memperkenalkan.

“Hmmm baiklah Tiki, ayo jelaskan padaku tentang tugas itu”

“Sabar dulu napa sih, masih capek nih”

“Ya ampun,ini tikus kelakuannya kek manusia aja”

“Jangan salah yaa, kami ini bukan hanya seekor tikus tapi juga penyihir hebat loh. Kekuatan kami 3000 kali lebih kuat dibandingkan kamu wahai penyihir manusia”

“Kok 3000 kali lebih hebat dibandingkan aku?” tanya Nely sambil menyernyitkan dahinya.

“Karena sekarangkan lagi hits orang bilang I love you 3000”

“Njirrr”

“Eh kita ini tikus bukan anjing tau”

“Ia..ia tau..udah deh langsung to the point ajah dari tadi bercanda mulu”

“Oke, jadi wahai penyihir manusia, kamu itu ditugaskan untuk merebut hati pria yang memiliki darah penyihir juga. Ingat dia ini bukan penyihir berdarah manusia atau apapun itu. Dia harus penyihir asli yang tinggal di dunia manusia”

“Memangnya ada orang seperti itu didunia ini”

“Ya adalah keles, terus kamu harus buat pria itu benar-benar jatuh cinta padamu. Kamu harus buat dia mau mengorbankan segalanya untukmu, terutama dia harus mengorbankan darahnya”.

“Maksudnya mengorbankan darahnya itu gimana sih, aku bingung”

“Maksudnya tuh dia harus rela mati demi kamu, entah dia tertembak kek, donorin darahnya kek, apapun itu pokoknya darahnya buat kamu”

“Kalau itu sih gampang”

“Jangan main bilang gampang ajah sombong, penyihir itu tidak muda jatuh cinta loh apalagi seorang penyihir dengan keturunan asli penyihir. Jatuh cinta ajah susah apalagi harus mengorbankan darahnya. Setetes darah penyihir untuk manusia sama dengan mati. Mereka pantang banget buat ngasih darah mereka untuk manusia”

 

Nely langsung terdiam. Ia tak menyangka yang awalnya tugas tersebut dianggap mudah kini menjadi sangat sulit untuknya.

“Hellooo, kok diam ajah sih” Tiki menggigit tangan Nely

“Auw sakit, ya ampun kok susah banget sih, aku gak mau aah jalanin tugas itu, gak mau”

“Kalau gak mau berarti kamu harus lenyap dari dunia ini”

“Apaaa? lenyap? kok bisa?”

“Ya bisalah, kamukan bukan manusia asli,bukan juga penyihir asli. Kalau kamu mau jadi manusia yang sesungguhnya kamu harus menjalankan misi itu”

“Kalo gitu aku jadi penyihir ajah deh”

“Enak ajah gak bisa, dunia sihir sudah sesak dengan penyihir-penyihir multitalented. Kami tidak bisa menerima penyihir baru lagi didunia sihir”

“Kalo gak bisa jadi penyihir,kenapa aku disebut manusia penyihir kampret” gerutu Nely

 

Tiki menutup telinganya tak sanggup mendengar suara Nely yang cempreng.

“Kamu tuh udah ditakdirkan jadi manusia, tapi kamu harus menyelesaikan misi ini agar bisa jadi manusia sesungguhnya”

“Ya udah deh, tapi gimana caranya aku bisa menemukan si pria keturunan penyihir itu?”

“Itu sih gampang, aku sudah tau orangnya. Orangnya itu teman kampusmu kok”

“Teman kampusku? dikampusku ada penyihir?

“Namanya itu Marcopolo”

 

Nely terkaget mendengar nama itu. Nama yang sangat tidak asing di telinganya

 “Astaga, aku senang banget ternyata Marco itu penyihir. Dia itu idola kampusku loh, aku ngefans banget sama dia.

 

Nely terlihat senang kegirangan. Bibirnya tak berhenti tersenyum. Tiki si tikus kecil hanya bisa menatap heran Nely yang berjoget-joget kegirangan.

“Terus gimana caranya aku bisa dekatin dia, ayo cepat kasi tahu aku udah gak sabar nih buat ngerayu dia”

“Gatel banget sih kamu”

“Biarin ajah”

“Pertama-tama kamu harus ubah penampilanmu, Marco itu tidak suka sama perempuan yang berpenampilan tomboy. Kamu harus lemah lembut, gemulai, dan murah senyum. Hmmm tunggu kamu juga harus membuang semua pakaianmu di lemari karena Marco suka sama cewek yang memakai pakaian berwarna pastel,kecewe-cewean gitu dan yang kedua, kamu harus belajar banyak hal tentang fashion. Dia itu suka ngobrol sama orang yang melek fashion. Besok kami akan membantumu dekat dengan Marco tentunya dengan bantuan sihir kami” Jelas Tiki panjang lebar.

 

Nely mendengarkan dengan baik penjelasan Tiki. Nampaknya ia sudah tidak sabar menjalankan misinya.

“Hmmm, sekarang kami harus pergi, besok bayanganmu akan datang menemuimu”

 

Seketika Tiki dan tikus-tikus kecil menghilang dari pandangan Nely. Nely masih terdiam, bibirnya melebar, ia tersenyum. Sebelumnya ia menganggap apa yang terjadi pada dirinya kemarin hanya mimpi dan ilusi, sekarang ia menyukai dirinya disebut “Manusia Penyihir”. Rupanya misi itu membuatnya sangat antusias bagaimana tidak Nely telah mengagumi dan menyukai sosok Marco, seniornya di kampusnya. Sama-sama berkuliah di jurusan yang sama. Nely semakin antusias. Kini ia tidak lagi hanya memandang senior idolanya itu dari kejauhan atau memotretnya diam-diam. Ditambah Tiki dan para tikus kecil akan membantunya, Nely yakin misinya akan berhasil.

                                                           To Be Continued......

Komentar