#fiksinely
Pukul 5.00 pagi Nely sudah bangun. Biasanya ia sering bangun kesiangan, namun pagi ini ia sudah duduk di depan meja belajarnya berhadapan dengan laptopnya. Ia sedang sibuk “googling” segala macam hal berbau fashion. Rupanya Nely sudah mengikuti saran dari Tiki. Untuk bisa dekat dengan Marco ia harus tau segala hal yang tentang fashion mulai dari designer terbaik dunia hingga perintilan-perintilan fashion yang tidak pernah diketahuinya. Waktu menunjukkan pukul 08.00, tak terasa Nely telah bergelut didepan laptopnya hampir empat jam. Nely tersadar seketika di ambilnya handuk diatas kursinya. Tiga puluh menit kemudian Nely telah rapi dengan boy pants dan kemeja merah kotak-kotak. Segala persiapannya ke kampus mulai dari buku hingga thumbler air minum telah masuk kedalam ranselnya.
Bayangan Nely kembali muncul dihadapan Nely.
“Heleh heeleh kamu mau memikat Marco dengan penampilan seperti itu?”
“Astaga, aku kaget. Kamu itu emang sering muncul buat kagetin aku ya?
“Aku munculnya pagi doang tau, sini aku ubah penampilanmu yang kucel itu”
“Kucel kamu bilang? Ini tuh udah hits banget, lagian aku udah nyaman banget seperti ini, aku gak mau. Makasih. Aku pergi dulu yaa, bye”
Tubuh Nely seketika kaku. Si Bayangan menyihir tubuh Nely sehingga tak bisa digerakkan. Dengan sekuat tenaga, Nely berusaha mengangkat kakinya namun, nihil badannya tak bisa bergerak hanya suaranya yang keluar dari mulutnya.
“Gila…eh kamu mentang-mentang penyihir main sihir-sihir ajah,akhhh susah banget badanku digerakkin” teriak Nely
“Kan sudah kubilang aku akan mengubah penampilanmu, tapi kamu acuhin aku yaa udah aku sihir ajah biar kamu mau”
“Yaa udah deh aku mau, udah cepat lepasin nih sihirnya.”
Tubuh Nely kembali bisa digerakkan. Si Bayangan meminta Nely menutup matanya. Nely hanya mengikuti instruksi itu dan hanya sedetik Nely telah berubah menjadi sangat girly dengan blouse putih dan mini long skirt berwarna pastel, penampilan feminimnya semakin sempurna dengan pump shoes putih polos dikakinya. Sedetik saja Nely yang penampilannya tomboy langsung berubah menjadi girly bahkan Nely takjub sendiri melihat perubahan dirinya.
“Astaga, gila kok aku bisa cantik gini sih, gila..gila”
“Kan aku yang ubah kamu jadi cantik gitu” jawab Si Bayangan menyombongkan diri
“Hebat banget yaa jadi penyihir, kalo penampilanku seperti ini pasti Marco bakalan suka ama aku”
“Ya iyalah, gak mungin dia mau suka sama kamu kalo penampilanmu seperti tadi, jangankan suka dekat ajah ogah”
“Oh my god, sumpah aku jadi semangat ke kampus, makasih yaa bayanganku yang cantiknya kek aku.”
Si Bayangan seketika menghilang dari cermin. Dengan penuh keriangan, Nely kekampus kali ini tidak membawa motor kesayangannya karena demi menggaet Marco ia harus betul-betul feminim dan mendalami perannya sebagai perempuan lembut lemah gemulai.
Sesampainya dikampus semua mata memandangi Nely dari ujung kaki hingga ujung kepala. Semua tampak pangling melihat perubahan drastisnya. Nely yang biasanya mendapat pandangan seperti itu ketika beradu mulut dengan laki-laki dikampusnya atau tukang parkir yang memindahkan motornya tanpa sepengetahuannya. Hingga akhirnya Nely kikuk sendiri rupanya pandangan takjub orang-orang kampus membuatnya salah tingkah hingga jalannya tidak stabil. Karena tak terbiasa memakai heels, Nely berjalan tak seimbang dan hampir saja keserimpet heelsnya untung saja ada tangan yang dengan sigap menahannya. Ternyata orang itu adalah Marco. Betapa terkejutnya Nely, ia merasa kejadian barusan seperti adegan di film India. Seakan kamera sedang memutari dan merekam wajah mereka yang diam dan hanya saling pandang. Nely merasakan jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya lemas.
“Astaga, natap wajah Marco dari dekat gini ternyata bikin aku lemas, gila ganteng banget sih bangsat ini” ucap Nely dalam hati
“Gak apa-apakan?” tanya Marco
“I..ia gak apa-apa makasih ya”
Nely cepat-cepat bangun dari pelukan Marco. Tanpa disadarinya orang-orang melihat mereka dan tentunya menyaksikan adegan singkat film India barusan. Suara-suara kecil sumpah serapah dari mulut-mulut pengagum Marco terdengar di telinga Nely.
“Gila tuh cewek, enak banget”
“Ih apaan sih, Marco kok mau nangkap cewek kucel kek dia”
“Malu-maluin ajah deh”
“OMG, Marcoku kenapa sih gak dibiarin si Nely itu jatuh”
“Oh No, harus di labrak tuh cewek”
Adegan jatuh tangkap barusan ternyata tidak menarik untuk ditonton berlama-lama. Meski pengaggum Marco murka dengan adegan barusan tapi Nely sangat bahagia serasa dirinya akan terbang.
“Kamu di jurusan ekonomi juga?” tanya Marco memecah lamunan Nely
“Ia” jawab Nely lirih
“Kita sejurusan dong”
“Ia kampret, masa sih gak tahu aku ini juniormu loh, Marco. Apakah aku ini hanya remahan momogi dimatamu? Kita biasa sekelas kak, astaga ternyata selama ini aku tak terlihat olehnya” ucap Nely dalam hati
“Hey, kok kamu ngelamun sih?” tanya Marco lagi.
“Eh..eh ia, maksudku aku jurusan ekonomi angkatan 2019 kak”
“astaga, aku gak tahu loh kamu junior aku, aku angkatan 2018. Kenalin aku Marco, kamu?”Marco mengulurkan tanganya
“Aku Nely” menjabat tangan Marco
Jantung Nely kembali berdegup kencang. Tak pernah sedekitpun terlintas dipikiran Nely untuk berjabat tangan dengan Marco rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
“Eh aku minta nomor whatsapp kamu dong”
Kali ini benar-benar membuat Nely melayang, rasanya ia tak lagi menginjak bumi. Raganya telah melayang ke langit. Seorang Marco, laki-laki populer sekampus itu meminta nomor handphone seorang Nely si kucel yang eksistensinya dimuka bumi ini baru saja disadari oleh Marco. Tanpa pikir panjang Nely langsung menyebutkan nomor kontaknya. Pengagum Marco diluar sana mungkin sangat memimpikan momen ini. Senyum terus mengembang di bibir Nely, misi mendekati Marco rupanya berhasil. Dalam hati Nely bersorak penuh kemenangan.
“Aku save yaa, entar malam aku chat. Aku duluan yaa mau konsultasi sama Pak Wira soalnya”
“Ia kak”
Marco telah pergi tapi Nely tak henti-hentinya menatap punggung Marco.
“Barusan aku gak mimpikan? Marco minta nomor kontakku, astag..astaga aku bisa jantungan ini gila jantungku berdegup kencang banget, pokoknya aku harus bilangan sama si bayangan, cermin mana,cermin mana.
Eh tau gak sih barusan Marco minta nomorku terus tadi tuh yaa dia nangkap aku yang mau….
“Kamu ngomong sama siapa sih Nel” tanya Mira, sahabat Nely
“Tau gak barusan si Marco minta nomor hpku”
“Beneran? ih masa sih aku gak percaya, hanya karena kamu berpenampilan feminim gini dia langsung minta nomor kamu gitu?
“Ceritanya panjang, nanti aku certain dikelas, yuk”
Komentar
Posting Komentar