Catatan Hati Sang Kekasih


 
Menatap gigil pagi dari balik jendela

mentari berselimut kabut seperti terpenjara

angin bersama dingin membisik telinga

disampaikannya bait-bait kerinduan dari yang tercinta

seandainya jarak dan waktu tidak memecah kita

tak akan ku simpan duka

tak akan ku simpan hujan air mata


Sebongkah nyata terlalu sadis

untuk dua perasaan yang terperangkap kisah romantis

malam-malam pekat nan sunyi tak lagi manis

tersisa hanya isak tangis

ingin memeluk dengan bebas

merasakan sentuhan dan deruan napas

bercumbu rayu di tengah gerimis


Wahai kekasihku

aku tak berdaya tiap rindu ini menjerit menuntut temu

dicabik-cabik sepi sepanjang waktu

meninggalkan luka lebam membiru

ribuan doa dipanjatkan selalu

tapi semesta seakan membisu

abai dengan jeritan hatiku

Komentar