Aku capek...1 kalimat yang tidak henti-hentinya ku lontarkan. Setiap hari rasanya beban sekali menjalani hidup ini, tapi aku tidak punya pilihan lain selain tetap hidup dan bekerja. Aku hanya capek tidak menyerah... yaa itu kalimat yang selalu ku tanamkan dalam pikiranku. Aku, kami, dan kita semua yang terlahir dengan warisan tekad dan mental yang kuat. Kita tidak diwariskan tanah yang luas berhektar-hektar, aset untuk menghidupi keluarga kita 7 turunan, dan jabatan. Kita cuma manusia yang berusaha mewariskan kekayaan-kekayaan untuk anak cucu kita.
Aku ingin bilang setidaknya pada diriku, aku kuat bertahan sampai sejauh ini. Aku sendirian meraih apa yang bisa ku raih. Meski lambat dan sedikit hasilnya dari manusia pada umumnya tapi aku juga berjuang. Dengan banyak pikiran dan luka setiap hari seperti mencekik, aku selalu mendapatkan alasan untuk tidak mati dan tidak menyerah. Aku mungkin tidak semuda rekan-rekan kerjaku yang lain. Aku dewasa dengan pemikiranku bahwa aku bersyukur menghabiskan masa muda dan kesempatan emasku untuk bekerja lebih keras dari pada mereka. No hard feeling, aku tidak mendeklarasikan aku bekerja lebih keras dibandingkan mereka aku hanya mau bilang aku tidak berusaha membandingkan diriku dengan mereka. Mereka juga bekerja, lebih keras juga tapi aku hanya fokus pada diriku. Aku mengatakan aku bekerja lebih keras, sekali lagi aku membicarakan tentangku yang bekerja dan tetap bekerja saat orang-orang libur. Aku tahu libur adalah hak semua pekerja tapi tetap bekerja juga hak pekerja yang sepertiku butuh pundi-pundi duit. Aku tidak ingin terlihat lebih baik di tempatku bekerja. Aku hanya berusaha menghasilkan uang lebih banyak dengan kesempatan yang tercipta.

Komentar
Posting Komentar