Setiap hari memeluk lelahku sendirian
mengusapnya pelan-pelan
meniup lukanya
mengobati nyerinya
memotivasinya setiap detik untuk bertarung lagi
membakar api dalam dadanya
menyalakan harapan-harapan yang pernah mati
dia adalah lelahku yang hadirnya diabaikan
mulut ini terus berucap padanya jangan lemah
kita harus bertahan di dunia keras ini
kita adalah petarung hingga mati
Istirahatlah sejenak kemudian mulai lagi
Tuhan menghadirkan kita di dunia ini untuk babak belur
bertahanlah dan selalu bertahan
yang tidak bisa lahir lagi itu adalah aku dengan lelahku
aku menapakan kaki dengan segala lelahku
aku bertahan hidup dengan segala lelahku
cacian, hinaan, makian, telah ku lewati bersama lelahku
yang tidak bisa lahir lagi yaitu aku dan lelahku
lelah yang sudah menempel padaku sejak lahir
tidak bisa kembali ke rahim ibu
atau memohon pada Tuhan untuk mati
sudah sejauh ini kita berlari, berjalan, merayap, melewati ranjau-ranjau kehidupan
mari selalu bersama-sama, aku dan lelahku
kita tidak bisa lahir kembali dan memulai dari nol lagi
kita sudah di tahap 1003
Komentar
Posting Komentar